ads your site here

Breaking News
Loading...

LOUNGE

Wirausaha

Musik

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 November 2013
BAMBU RASTA

BAMBU RASTA





Band asal Cirebon ini berdiri pada 26 Februari 2008. Kenapa namanya BAMBU RASTA? Kita jelaskan pohon BAMBU dulu. Tak pernah kita sadari, ketika melihat tumbuhan, setelah mengamati lebih dalam lagi, “masyallah mas bro”, tumbuhan juga punya arti atau sifat yang benar – benar bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari. Kalau kitanya benar-benar mengamatinya.

Coba lihat & perhatiin pohon bambu, tumbuhnya itu selalu bersama (mengumpul), meskipun batangnya itu berbeda – beda ukuranya, ada yang kecil sampai yang besar, dari yang pendek sampai yang tinggi, itu selalu bersama dan tumbuhnya juga selalu mengumpul & tak berjauhan. Kesimpulan atau arti dari pohon BAMBU tersebut itu bagi kami yaitu simbol “KEBERSAMAAN”

Nah sekarang kita menjelaskan tentang “RASTA“. Banyak pendapat tentang rasta itu, tapi kata rasta menurut Bambu Rasta sendiri yaitu pecinta musik REGGAE yang tidak memandang ras. Ras di sini yang berarti jangan pernahlah membedakan satu sama lain, contohnya dari segi fisik, subkultur ekonominya, martabatnya dsb, karena “Perbedaan“ itu sangat indah & berwarna, jadi kita tuh semua sama dan harus lebih bersatu & damai. Jadi kita mengambil kesimpulan Bambu Rasta yaitu “KEBERSAMAAN TANPA PERBEDAAN“.

Genre Bambu Rasta
Bambu Rasta mengambil genre atau aliran musiknya yaitu “REGGAE GENERATION”. Kenapa mengambil genrenya REGGAE GENERASI? Kami menjelaskan sedikit tentang REGGAE nya waktu masa nya Bob Marley. Reggae sendiri adalah kombinasi musik dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta Folk (lagu rakyat) Jamaika. permainan drum diambil dari ritual Rastafarian (upacara adat) yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem. Kata orang Jamaika musik reggae itu lebih mencondong ke ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

Nah tapi kalau Bambu Rasta sendiri mengkemas reggaenya itu lebih ke style generasi Bambu Rasta sendiri, lamun bahasa Cirebone (gayae bamburasta dewek), jadi generasi reggaenya nya nggak ke Bob Marley bangetlah. Di sini Bambu Rasta mencoba menggabung-gabungkan atau mengkombinasikan reggae dengan genre lainnya, seperti SKA, ROCKSTEADY, BLUES, JAZZ, ROCK, dan sebagainya. Kenapa kami mencoba seperti itu, “Yah pengen punya identitas aja & supaya lebih berwarna reggaenya, terus biar lebih bersatu juga, antara genre REGGAE dangan genre lain nya, tapi tetep ROOT nya BAMBURASTA itu yang pasti REGGAE“. Selain menggabungkan genre,  Bambu Rasta juga mengemas lyric atau cerita lagunya lebih ke realita yang ada, dari masalah sosial, cinta, politik, pesan manusiawi, dan sebagainya.

Sedikit curhat, ada yang bilang gini ke Bambu Rasta, kok personil  Bambu Rasta nggak ada yang gimbal, katanya reggae? Bagi BAMBURASTA, reggae itu nggak mesti gimbal lah, yang penting cukup “gimbal di hati aja“. Jadi inilah “REGGAE GENERASI BAMBURASTA”. Kita mengambil kesimpulan nya ”walaupun berbeda- beda kita harus bersatu, dan lebih bisa menghormati satu sama lain nya. ”PEACE, LOVE, UNITY, RESPECT.

Personil : 
Vocalis 1 : Uzan
Vocallis 2 : Ikka
Gitaris : Eby
Bassis : Mario
Keyboardist : yandi
Drumer : Jaka
Backing voc : 1. Awod 2. Alin 3. Ijal
Red Wine Coolers

Red Wine Coolers





Band asal Rajagaluh ini terbentuk tahun 2005. Mereka memilih musik genre reggae sebagai yel untuk meneriakkan persatuan, persetaraan dan damai. Rasanya tidak banyak band-band seperti yang mereka usung, di Indonesia sendiri band beraliran reggae belumlah banyak. 

Di samping memuat sejarah eksotis dari para pendahulu mereka seperti Bob Marley, Sublime, The Wailers dan lain sebagainya, genre ini punya atmosphere angin pantai, keberhasilan mencipta ketenangan akan kedamaian diri, beach party dan sejenis itu.

Bukan hanya sebagai sebuah band saja, Red Wine Coolers juga bagian dari sebuah komunitas kreatif bernama Wajah Workshop. Personelnya adalah Pendul Areu (vokal), Rizky (vokal), Aweweng (guitar) Jable (guitar), Ankiw (bass), Yoseph (drum) Angga (keyboard, saxophone), Ucok (jimbe, pecussion) Comeet (jimbe, percussion), Rendi Abreng (jimbe, percussion, kendang).

Tema lagunya juga sederhana, lebih mewacanakan pengangkatan kedaerahan sebagai simbol pengenalan sebuah letak geografis, pengakuan letak sejarah sebagai artefak feodalisme masa lalu dan kerajaan galuh (dalam lagu berjudul sadarehe) lagu itu juga hasil dari musikalisasi puisi dari seorang penyair sunda wanita terkenal, hhmmmm....saya lupa lagi namanya siapa, tapi yang jelas dan menarik untuk disimak adalah lagu mereka berbahasa sunda, sebuah nilai dekontruksi ditangan Red Wine Coolers dari reggae sesungguhnya.

Sekarang lebih banyak Gigs yang mereka datangi sebagai Guest star, ini memunculkan indikasi tentang paradigma tentang genre musik reggae yang mulai banyak diminati masyarakat. 

Minggu, 27 Mei 2012
no image

Nirmana Award Press Release






Nirmana Award Dukung Industri Kreatif Indonesia dengan Memberikan
Apresiasi dan Pembekalan kepada Para Desainer Muda
Jakarta, 16 Februari 2012 – Para desainer grafis Indonesia bisa bersiap-siap dengan sebuah penghargaan, Nirmana Award yang hari ini (16/02) bertempat di Kampus Bina Nusantara Internasional – Joseph Wibowo Center resmi diluncurkan. Program yang baru pertama kali diselenggarakan ini merupakan ajang kompetisi untuk para desain muda sekaligus ajang apresiasi publik untuk dunia desain pada umumnya, serta desainer muda khususnya.
Nirmana Award lahir dan dibawa oleh Nirmana Committee, sebuah tim yang terdiri dari pelaku industri kreatif, desainer, profesional, asosiasi-asosiasi desain (Asosiasi Desain Grafis Indonesia, Forum Desain Grafis Indonesia), asosiasi periklanan (Art Directors Club, PPPI), dengan tujuan untuk memberdayakan industri kreatif Indonesia.
Anang Pradipta, Chairman Nirmana sekaligus founder gantibaju.com mengungkapkan bahwa kompetisi ini diharapkan menjadi suatu wadah yang dapat membantu memantapkan ekosistem dunia kreatif di Indonesia yang terdiri dari industri (dunia pendidikan dan asosiasi), dunia bisnis (perusahaan dan merek), desainer dan publik umum. “Tujuan utama kami dari adanya apresiasi ini adalah untuk menjembatani stakeholder di dunia kreatif agar bergerak selaras dan berkesinambungan, artinya, industri dapat menjadi wadah yang memberikan keleluasaan bagi para desainer untuk berkreasi sehingga para desainer pun dapat menciptakan desain yang berkualitas. Selanjutnya, desain yang berkualitas dapat menjadi sebuah trend yang dimanfaatkan oleh dunia bisnis dan akhirnya publik bisa menikmati, memahami dan mengapresiasi jenis desain yang bernilai tinggi tersebut,” papar Anang.
Acara ini didukung oleh para pelaku industri mulai dari asosiasi, mahasiswa, akademisi, komunitas, sampai para pemilik usaha di bidang kreatif. Gantibaju.com sebagai inisiator acara menangkap masih kurangnya apresiasi bagi karya-karya desain dari desainer muda, padahal ada begitu banyak potensi yang patut menerima penghargaan secara lebih. “Sebagai gambaran saja, di Gantibaju.com ada sekitar 25.000 desainer yang karyanya kami seleksi untuk diproduksi sebagai desain kaos dan kami berusaha memulai apresiasi terhadap karya mereka dengan meningkatkan harga tiap desain 100 kali dari yang biasanya,” tambah Anang.
Tema Nirmana Award tahun ini adalah ‘Warna Kreasi Indonesia’ yang menekankan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia serta semangat Bhineka Tunggal Ika dan ajakan untuk kembali menggali potensi lokal atau daerah yang berbasis pemikiran desain. Oleh karena itu, Nirmana Award akan mengajak para desainer untuk berkompetisi melalui karya-karya mereka yang menunjukkan nilai-nilai lokal sehingga kita dapat menjelajah Indonesia melalui karya desain.
Sebagai wadah apresiasi, Nirmana Award diyakini mampu membangun dan mempersiapkan ribuan desainer muda Indonesia untuk siap bersaing di Industri kreatif Indonesia. Tentunya persaingan antardesainer muda di Indonesia sendiri sangat tinggi, dengan jumlah 203.306 orang desainer dari seluruh Indonesia dari berbagai macam kategori (hasil survey World Design Survey 2010) sudah pasti diperlukan bekal yang lebih bagi para desainer untuk mengembangkan kreativitasnya dan menerapkan cara kerja yang profesional agar mampu berkompetisi lebih baik lagi. Hal ini pula yang menjadi salah satu poin penting ajang apresiasi ini, “Jadi apa yang coba kami persembahkan bagi para desainer muda Indonesia bukan hanya berbentuk trophy atau hadiah, namun lebih kepada pembekalan kreatif dan profesionalisme dalam berpraktik di industri kreatif itu sendiri,” lanjut Anang.
Pembekalan kreatif tersebut akan diberikan dalam bentuk mini seminar dan roadshow ke kampus-kampus dan komunitas dengan mengacu pada teman di atas. Dengan mengelaborasi tema tersebut, Nirmana berusaha untuk mengajak desainer muda Indonesia untuk menjadi agents of return yang bermakna kembali ke ranah lokal (daerah asal atau kampung halaman) dan mengembangkan segala sesuatu yang ada di sana mulai dari sumber daya, nilai lokal, ataupun warisan tradisi, melalui strategi berbasis pemikiran desain.
Untuk memberikan bobot yang lebih bernilai lagi untuk ajang ini, dilibatkanlah sejumlah juri yang sudah banyak dikenal namanya di industri kreatif, seperti Triyadi Guntur, Mayumi Haryoto, dan Chris Lie (ilustrasi); Bona Soetirto, Dhanank Pambayun, dan Heru Suryoko (digital imaging); Eric Wijaya ThingkinRoom, Suryanto Rustan, dan Yasser Rizki (typography); Firman Mahda, Wahyu Aditya, dan Isha Hening (motion graphic); Beng Rahadian, Mice Misrad (comic strip); Dendi Darman, Dicky Dixieland, dan Rahmat Rekarupa (Desain T-Shirt). Selain nama-nama tersebut, di dalam workshop nantinya juga akan menghadirkan tokoh-tokoh terdepan dalam dunia creativepreunership dan komunikasi pemasaran Indonesia, antara lain Ayip Bali, Yoris Sebastian, Danny Oei, Djoko Hartanto, Arief Budiman, Andi S. Boediman, Daniel Surya, Sakti Makki, Glenn Marsalim, dan Ferly Novriadi.
“Bagi kalangan desainer grafis, kata nirmana adalah dasar untuk menghasilkan suatu karya desain yang lebih bermakna. Tentunya sebuah desain akan lebih bermakna apabila skill berkreativitas desainer juga tinggi karena itu kami selaku praktisi di industri desain Indonesia mendukung penuh usaha-usaha yang dapat menjadi solusi dalam memajukan kualitas desainer muda Indonesia baik dari sisi kreativitas dan pengembangan usahanya,” kata Suryanto Rustan, salah satu juri Nirmana Award untuk kategori typografi sekaligus Sekretaris Jenderal FDGI.
Pengumuman pemenang Nirmana Award sendiri rencananya akan digelar pada 26 Mei 2012 yang akan melibatkan seluruh finalis, juri, sponsor, praktisi, akademisi, pemerintah, serta peminat dunia kreatif Indonesia. “Kami berharap, pelaksanaan Nirmana Award yang pertama ini akan menjadi cikal bakal penghargaan tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun ke depan,” ungkap Anang Pradipta.

Sumber : Suavemagz
Sanggar Seni Lukis Kaca

Sanggar Seni Lukis Kaca

(Seni Lukis Kaca Cirebon)



Sanggar Alam Sunyaragi telah memulai usahanya sejak tahun 1997 dibantu 5 orang karyawannya kini berkarya di Sanggar Alam Sunyaragi yang menghasilkan karya seni bernuansa Cirebon.

Konon Seni Lukis Kaca ini sudah dikenal sejak abad 17 Masehi.Khususnya di daerah Cirebon. Pada jaman pemerintahan panembahan Ratu di Cirebon, lukisan kaca digunakan sebagai media dakwah agama Islam. Oleh sebab itu bentuk lukisan yang dikenal pada waktu itu hanya dua jenis, yakni berupa kaligrafi, dan gambar wayang.

Seiring dengan pertumbuhan seni lukis kaca sekarang sudah berkembang semacam seni lukis kontemporer lainya.

Lukisan kaca kota udang ini di lukis dengan tekhnik melukis terbalik, sangat kaya akan gradasi warna dan nuansa dekoratif yang menawan serta menampilkan ragam hias ornament dan motif Mega Mendung serta Wadasan, kemudian lebih dikenal dengan sebutan Batik Cirebon. Kreatifitas seniman ini kemudian menambah jenis lukisan kaca Batik Cirebon dan jaman sekarang dikenal pula lukisan kaca oriental atau umum yang biasanya berupa bunga, wajah, pemandangan dan lain-lain.

Ciri khas lukisan kaca Cirebon adalah Kaligrafi, Wayang dan Batik Cirebon, ada 42 jenis kaligrafi peninggalan para Wali atau Sunan, khusunya Sunan Gunung Jati, semuanya mempunyai makna dan tujuan yang berbeda. Salah satunya adalah Macan Ali berupa tulisan arab dengan lafadz dua kalimat syahadat, kaligrafi ini bertujuan memberikan semangat atau memotivasi pemiliknya agar selalu ingat kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh wayang adalah lukisan Ganesha, gambar dua gajah yang satu membawa pedang dan satunya lagi membawa gada. Lukisan ini dipercaya menjaga kekuatan jahat, biasanya di pajang di depan pintu rumah. Untuk lukisan wayang berdasarkan pesanan bagi orang yang percaya dunia perwayangan. Dian menyarankan, lukisan karakter wayang yang dipesan disesuaikan dengan hari weton atau kelahiran si pemesan. Misalnya, kelahiran hari Senin disarankan memilih tokoh Arjuna, Selasa cocok dengan Bima, Rabu Semar, Kamis Hanoman, Jumat Prabu Kresna, Sabtu Baladewa, Minggu Yudistira.




Macan Ali


Sanggar-sanggar lukisan kaca Cirebon semua terpusat di daerah Sunyaragi Cirebon, begitu pula dengan sanggar "Sanggar Alam Sunyaragi" yang bermarkas di Jl. Karang Jalak Gang Jalak I RT.01/06 No.19. Sunyaragi berasal dari kata Sunya yang artinya “Sunyi atau Sepi” dan Ragi artinya “raga”, jadi Sunyaragi adalah tempat menyepinya raga yang ingin membersihkan diri, dikenal sebagai tempat bertapa. Sebagian besar pelukis kaca Cirebon pernah melakukan pembersihan diri agar karya lukisannya mempunyai nilai-nilai yang lebih dari pada sekedar lukisan.

Jumat, 25 Mei 2012
KPSDC (Keluarga Pelaku Seni dan Desain Cirebon)

KPSDC (Keluarga Pelaku Seni dan Desain Cirebon)


KPSDC merupakan bentukan komunitas berbasis kreatifitas dengan lingkup bidang seni dan desain yang terbentuk di Cirebon. Diusianya yang sudah mengalami pergantian presiden sebanyak 4 kali selama 4 tahun, KPSDC selalu berupaya untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas, baik dari SDM maupun sistem kepemerintahannya.


PEMBABAD JALAN UNTUK PERIODE 2011 -2012 :


PRESIDEN : OBET
WAPRES : AHMAD ROY
MENTRI EKONOMI : RICHARD PS
MENTRI SOSIAL : AZIZAH
MENTRI OLAH RAGA : GUNTUR ALIBASA


https://www.facebook.com/profile.php?id=100001471518513



Copyright © 2013 Distro Cirebon All Right Reserved