ads your site here

Breaking News
Loading...

LOUNGE

Wirausaha

Musik

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Clothing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Clothing. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Januari 2014
Menghitung Biaya Memulai Usaha Kaos Distro

Menghitung Biaya Memulai Usaha Kaos Distro





Memulai sebuah usaha clothing line atau yang biasa disini kenal dengan kaos distro bisa dibilang gampang-gampang susah. Tak banyak yang tahu bagaimana cara memulainya dan berapa estimasi modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha kaos distro tersebut. Tentunya dalam mendirikan usaha kaos distro, diperlukan waktu untuk riset yang tidak sebentar, karena banyak yang harus dipersiapkan dalam prosesnya agar tepat sasaran dengan apa yang diinginkan dari usaha kaos distro ini.

Kaos distro mulai menjadi sebuah tren dalam dunia usaha pada tahun 1999, dan semenjak itu banyak bermunculan brand-brand baru yang ikut meramaikan industri kreatif yang satu ini. Distro adalah singkatan dari distribution outlet, yaitu suatu tempat usaha yang mendistribusikan hasil-hasil produksi yang dihasilkan oleh suatu brand yang kuantitasnya terbatas. Dengan sifatnya yang terbatas (limited) sehingga tercipta sebuah kesan eksklusif dari produk tersebut, sehingga banyak orang mulai mencari dan menggemari hasil karya para brand tersebut, karena tidak banyak yang memilikinya alias terbatas.

Prospek usaha kaos distro ini juga terhitung baik. Banyak orang yang memulai bisnis ini dan pada akhirnya sukses. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang terinspirasi untuk ikut memulai usaha kaos distro ini. Ada juga yang menekuni usaha kaos distro ini karena dirinya ingin mengekspresikan kreatifitasnya dalam sebuah kaos, sehingga dapat dinikmati oleh orang lain.

Cara Memulai Usaha Kaos Distro

Dalam memulai usaha kaos distro ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum dimulai produksinya. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam memulai usaha ini antara lain adalah :

Tentukan Konsep

Dengan persaingan yang semakin lama semakin ramai, ada baiknya sebelum memulai usaha kaos distro ini para wirausaha menetapkan apa yang ia ingin capai dalam bisnis ini. Setelah misi ditetapkan maka proses selanjutnya adalah menentukan konsep dari brand kaos anda tersebut. Apakah nasionalis, apakah musik, apakah gothic dsb. Konsep ini yang nantinya akan menjadi nilai jual produk anda kepada konsumen, sehingga makin unik ide anda tersebut semakin baik dan juga menemukan pasar yang pas, usaha kaos distro anda akan sukses.

Lakukan Riset

Riset ini penting sebelum anda memasuki proses produksi. Riset ini bertujuan untuk melihat potensi pasar yang akan anda garap nantinya. Riset ini melingkupi riset tentang berapa harga jual yang akan ditawarkan, bagaimana pasar merespons, persebaran ukuran kaos, dan juga tema apa yang laku dipasaran. Di samping itu juga, anda perlu untuk meriset vendor (jika anda tidak produksi sendiri) karena itu penting dalam operasional anda nantinya.
Pikirkan Sistem Distribusi

Dalam operasional usaha kaos distro ini, system distribusi bukanlah sebagai komponen pelengkap saja, akan tetapi system distribusi adalah komponen penting yang dapat mempengaruhi kesuksesan usaha kaos distro anda. Meskipun produk yang anda hasilkan sangat bagus, jika anda tidak bisa mendistribusikannya maka usaha anda tersebut berada dalam bahaya. System distribusi disini mencakup bagaimana anda akan menjual hasil produksi anda online atau offline, toko mana saja yang bisa berkonsinyasi dengan anda, perlukah agen atau reseller freelance,dsb.

Pikirkan Konsep Marketing

Marketing bukanlah hanya bagaimana kita dapat menjual kaos distro kita. Branding, advertising, dan juga promosi harus kita pikirkan dalam bagian ini. Kaos distro tidak hanya tentang produk yang bagus tapi juga tentang sebuah simbol dari gaya hidup yang menarik dan dinamis. Kita harus pintar-pintar mengemasnya dalam berbagai aktivitas promosi, baik di social media maupun di lapangan.
Permodalan

Memulai usaha kaos distro tentu saja membutuhkan modal untuk memulainya. Besaran modal bisa bervariasi tergantung dari kuantitas dan kualitas kaos yang ingin dibuat. Banyak yang terjebak pada perhitungan modal ini. Jika anda memikirkan nominal biaya yang anda perlukan dalam membuat usaha kaos distro (misalkan satu juta), maka kalikanlah nominal tersebut dengan angka 5. Hal ini diperlukan karena dalam memulai usaha seringkali para wirausaha berpikir usahanya akan langsung sukses dan barang yang diproduksi akan sold out, tetapi kenyataan tidak selalu seperti itu. Dengan dikali oleh angka 5 tadi, maka wirausaha akan mendapatkan nominal modal yang aman dalam menjalankan usahanya.

Simulasi

Berikut simulasi perhitungan biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha kaos distro yang eksklusif dan berbahan baku yang sangat baik. Biasanya vendor memasang minimum order produksi sebesar 4 lusin (48 buah).


Biaya Produksi

Pos Pengeluaran                  Harga Satuan               Kuantitas             Total
Kaos combad cotton 30s      Rp 55.000,-                     48                Rp 2.640.000,-
Design                               Rp 100.000,-                     1                Rp 100.000,-
Packaging                          Rp 5.000,-                        48               Rp 240.000,-

                                                                            Total              Rp 2.980.000,-
                                                                            HPP                Rp 63.000,-


Perhitungan Keuntungan

Keterangan                            Harga Satuan              Kuantitas               Total
Harga Jual                             Rp 125.000                     48               Rp 6.000.000,-
Biaya Konsinyasi (30%)            Rp 37.500                       48              Rp 1.800.000,-
Biaya Produksi                       Rp 63.000                       48              Rp 2.980.000,-

                                                                              Profit             Rp 1.220.000,-
                                                                         Profit per pcs       Rp     25.500








Artikel ini pernah dimuat di www.kabarukm.com , sebuah website berbagi inspirasi dan informasi seputar dunia usaha.
Sabtu, 02 November 2013
Kiat Sukses Bisnis Distro & Clothing

Kiat Sukses Bisnis Distro & Clothing




Apa yang anda pikirkan ketika anda memasuki sebuah distro? Banyaknya peminat beberapa pakaian pada distro ini membuat bisnis satu ini banyak diminati terutama remaja. Remaja banyak menjalankan usaha distro karena mereka bisa menyatu dengan apa yang mereka jual.
Distro merupakan toko yang menjual beberapa aksesories anak muda seperti kaos atau baju, celana, kemeja, dan tas, topi, dompet dan beberapa aksesories anak muda lainnya. Dari desainnya usaha distro ini banyak dicari anak muda yang suka tampil nyentrik dan unik.
Mereka menginginkan pujian dari orang lain ketika memakai pakaian yang berbeda dari orang lain. Usaha distro memiliki ciri khas yang tidak bisa didapatkan pada toko baju lainnya.
Usaha distro ini sangat mudah dijalankan dan prospek kedepannya juga sangat bagus. Mengingat banyak anak muda yang ingin tampil beda tersebut, keneradaan distro menjadi semakin marak dengan menampilkan beberapa model pakaian dan aksesories yang tidak dapat didapatkan di toko pakaian lainnya.
Ciri khas dari distro adalah desain unik dan tidak dapat ditemukan di toko lainnya kecuali outlet distro yang bersangkutan. Dari satu toko distro ini mungkin anda hanya mendapatkan sedikit pakaian dengan model yang sama.
Inilah keunikan distro dengan menjual banyak model pakaian yang berbeda dan langka namun jumlah masing-masing model sangat terbatas. Anak muda cenderung mudah terbawa suasana yang sedang trend saat itu sehingga desain dari produk distro ini juga berbeda- beda sesuai perkembangan trend yang terjadi.
Karena banyaknya peminat produk distro ini, anda bisa menjadikan prospek ini sebagai usaha yang menjanjikan.
Sebelum anda memulai usaha distro ini, pertimbangkan beberapa hal seperti dibawah ini:

• Modal


Dalam semua bisnis atau usaha tentu saja harus mempertimbangkan apa yang dinamakan modal. Modal bisa menjadi alat kesuksesan suatu usaha namun tanpa modal pun anda tetap bisa menjalankan bisnis.

Usaha distro ini tidak harus dengan modal yang besar, jika modal pas-pasan anda bisa bergabung dengan toko distro yang membuka peluang kerjasama sebagai agen mereka. Jika modal anda besar anda bisa menyediakan berbagai model baju maupun aksesories remaja yang lengkap.

• Target pemasaran

Semua usaha harus memiliki target pemasaran demikian juga dengan usaha distro ini. Bila usaha ini khusus untuk remaja maka anda harus mencari apa yang mereka mau atau kesukaan mereka. Kepuasan konsumen menjadi hal terpenting. Bila anda tahu apa yang diinginkan konsumen maka anda bisa menyediakan model baju dan aksesoris yang menjadi keinginan mereka.


• Desain

Dari namanya saja anda pasti sudah tahu bahwa distro menyediakan produk dengan desain yang berbeda dari toko fashion lainnya.

Hal ini bisa menjadi masukan bagi anda untuk mendesain beberapa produk dengan ciri khas tertentu bahkan berbeda dengan toko distro lainnya. Desain ini juga harus memperhatikan trend saat ini jangan sampai desain produk distro anda ketinggalan zaman meskipun didesain unik dan berbeda.

• Lokasi

Anda bisa memilih lokasi toko distro anda yang mudah dilihat orang dan mudah dijangkau. Seperti dekat tempat umum, pasar, supermarket, sarana umun yang sering dikunjungi anak muda, dan tidak memakan biaya untuk mengunjungi distro anda.

• Lingkungan


Usaha distro akan mudah dijalankan bila lingkungan sekitarnya mendukung seperti tempat berkumpulnya anak muda. Anda bisa memilih lingkungan yang ada warnetnya, café, tempat bilyard, atau tempat nongkrong anak muda lainnya untuk membuka usaha distro anda.




Selasa, 17 Juli 2012
Ouval Research, Pelopor Bisnis Clothing Yang Mendunia

Ouval Research, Pelopor Bisnis Clothing Yang Mendunia




"Bermula dari ide kecil yang digagas tiga kawanan anak muda, Ouval Research berhasil tumbuh pesat dan menjadi salah satu pelopor bisnis clothing di kota Bandung."

Bermula dari sebuah ide kecil yang digagas oleh tiga kawanan anak muda yakni M. Rizki Yanuar, Firman Firdaus, dan Arif Maskom yang memiliki kegemaran (hobi) bermain skateboard, ternyata Ouval Research berhasil tumbuh dengan pesat dan menjadi salah satu pelopor bisnis clothing di Kota Bandung yang keberadaannya tidak hanya dikenal masyarakat lokal, namun juga mulai diminati konsumen internasional.

Dirintis pada tahun 1997 dengan bermodalkan uang patungan sebesar Rp 200.000,00, Rizki Yanuar dan kedua rekannya ingin menciptakan produk-produk kreatif yang bisa mendukung penampilan atau style komunitas skateboard yang mereka gawangi. Dari sinilah mereka mulai melahirkan ide kreatif dan inovatif melalui beragam jenis produk yang mereka ciptakan, sebut saja seperti kaos serta sweater yang kehadirannya tidak hanya diminati komunitas skateboard di kota Bandung, namun juga mulai diterima konsumen umum di sekitar kota kembang dan kawasan Ibukota Negara (Jakarta).

Mengusung Ouval Research sebagai brand produk yang mereka tawarkan, pada dasarnya ketiga anak muda ini ingin menularkan semangat, spontanitas, kebersamaan, kepercayaan diri, serta cara menikmati hidup kepada para konsumennya. Melalui nama “Ouval” yang memiliki arti Originality for Understanding Viction and Artificial Language, serta kata “Research” yang memiliki arti selalu memberikan upaya baru untuk menciptakan sesuatu yang unik dan berbeda, Rizki, Firman, dan Arif berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan anak muda dengan membuat desain produk yang tidak pasaran.

Hal ini dibuktikan Ouval Research dengan terus berkarya menciptakan produk-produk yang semakin beragam. Mulai dari kaos, sweater, hoodie, kemeja, celana, tas, topi, sepatu, sandal, belt (sabuk), dompet, gantungan kunci, papan skateboard, MP3 player, otopet, dan lain sebagainya. Bahkan untuk memanjakan para konsumen, Ouval Research juga sengaja mengganti konsep desain produk setiap enam bulan sekali untuk memberikan pelayanan spesial kepada para pelanggannya. Untuk desain kaos dan sweater, mereka membatasinya maksimal 30 desain setiap bulannya, dan setiap desain yang ditawarkan hanya diproduksi sebanyak 50 sampai 100 pcs. Sehingga tidak heran bila banyak orang yang mengatakan bahwa produk kreatif buatan Ouval Research terbilang cukup limited edition dan kualitasnya sangat memuaskan para  konsumen.


Kesuksesan Ouval Research dalam merebut hati konsumen, menjadi sebuah pintu gerbang yang mengantarkan Rizki, Firman, dan Arif menjadi seorang milyarder di usianya yang terbilang masih cukup muda. Dengan menerapkan sistem konsinyasi (titip jual) dan melayani penjualan secara putus, sekarang ini produk Ouval Research telah didistribusikan ke berbagai kota di Indonesia dan menjangkau beberapa kawasan di negara tetangga. Sebut saja seperti Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Semarang, Surabaya, Bali, Padang, Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, Singapura, Malaysia, serta Jerman.

Kejelian ketiga pemuda ini dalam melihat kebutuhan pasar, menjadi salah satu kunci sukses yang bisa menutupi kecilnya modal usaha yang mereka miliki saat itu. Semoga informasi profil pengusah sukses yang mengangkat ouval research, pelopor bisnis clothing yang mendunia ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh pemuda di Indonesia untuk segera memulai usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
PETER SAYS DENIM

PETER SAYS DENIM

“Brand yang keren itu pasti laku, tapi kalo brand itu laku belum tentu keren”

Peter Firmansyah, (Peter Says Denim)





Pernyataan itu diungkapkan Peter Firmansyah, pendiri sekaligus pemilik Peter Says Denim (PSD), di tengah pembicaraan mengenai arti sebuah brand baginya. Dan sikap itu jugalah yang diambil Peter untuk mengembangkan usahanya, dia tidak ingin PSD menjadi sebuah brand yang sekedar laku di pasaran.

PSD adalah sebuah brand celana jeans asal Bandung yang fenomenal. Sejak awal meluncurkan produknya pada tahun 2008, PSD langsung dapat menembus pasar mancanegara. Hal itu dilakukan Peter dengan cara mengawinkan fesyen dan musik.

Dengan singkat Peter menjabarkan brand PSD sebagai sebuah 'brand denim rock'. Pasalnya PSD banyak meng-endorse band-band internasional maupun lokal beraliran rock. Misalnya saja Silverstein dari Kanada, August Burns Red dari Amerika, Not Called Jinx dari Jerman, dan masih banyak lagi. Sementara itu ada juga Superman Is Dead, St. Loco, Rocket Rockers, serta sederet band asal Indonesia lainnya.

Karena itu juga, merek PSD seringkali disandingkan dengan merek-merek kelas dunia seperti Gibson, Fender, Peavey, Volcom, Macbeth dan lain-lain sebagai sponsor dalam event-event musik. Tapi kesuksesan yang dicapai PSD saat ini tidak cepat membuat Peter puas. Baginya perjalanan PSD masih panjang, dan masih belum ada apa-apanya untuk menjadi salah satu brand jeans dunia.


Ada dan 'Nendang!'


“Brand yang keren itu pasti laku, tapi kalo brand itu laku belum tentu keren”

Peter Firmansyah, (Peter Says Denim)


Kelahiran PSD sebagai kolaborasi antara fesyen dan musik memang tidak bisa dilepaskan dari kiprah Peter sebagai seorang musisi. Pada tahun 2005 dia membentuk sebuah band yang bernama Peter Say Sorry. Darisana perpaduan antara fesyen dan musik pertama kali muncul, ketika itu Peter mulai merancang sendiri jeans untuk bandnya.



“Kenapa jeans karena gua suka jeans, dan gua juga tau tentang jeans (produksinya). Karena dulu gua 'main' di konveksi. Sama juga, kenapa musik karena gua suka musik, dan gua juga tau tentang musik” terang Peter.

Sebelum akhirnya membuat brand PSD, Peter lebih dulu membuat jeans untuk orang lain, sebagai vendor untuk berbagai merek jeans. Hal itu membuat Peter semakin paham mengenai seluk beluk produksi jeans. Tapi sebenarnya, dari tahun 2005 hingga 2008 itu Peter sudah mulai merintis ide untuk membuat jeans dengan brand-nya sendiri.

Pemikiran untuk go international memang sudah menjadi tujuan Peter sejak meluncurkan PSD. Menurutnya untuk menggarap pasar lokal justru sulit pada masa itu, karena ketika itu industri pakaian tengah maju pesat. Distro, produksi pakaian lokal, khususnya di Bandung sedang marak dimana-mana. Untuk itu dia menginginkan sesuatu yang berbeda, dan optimis saja jika usahanya akan berhasil.

“Waktu itu belum ada yang berani memasarkan produknya ke luar negeri” ungkapnya.

Dengan konsep online store, pasar luar negeri terutama Amerika dan Kanada dapat menerima produk-produk PSD. Dampaknya tidak hanya pada penjualan saja tapi justru lebih dari itu, menurut Peter orang-orang jadi terbuka matanya terhadap Indonesia.

“Mereka bilang 'Oh Indonesia hebat bisa buat yang kaya gini'. Mereka jadi tau kalau di Indonesia juga kita bisa buat yang kaya gini (celana jeans). Di kita (Indonesia) gak harus banyak lagi, (karena) kalau di Cina kan harus partai besar” papar Peter.

Untuk distribusi di kawasan Amerika bagian utara itu PSD kini bahkan memiliki kantor sendiri di Kanada. Sementara di Bandung, di kawasan Cigadung, PSD memiliki kantor dengan 15 orang pegawai. Disana Peter menunjukan salah satu slogan PSD, yaitu “Alive and Kickin”

“Maksudnya kita bakal selalu ada, dan kita bakal selalu 'nendang!'” jelasnya.

Dan darisana Peter melakukan dua “tendangan” sekaligus. “Tendangan” pertama menyadarkan pelaku industri kreatif dalam negeri karena bisa diterima di mancanegara. Sedangkan “tendangan” yang kedua adalah membuka mata dunia tentang potensi industri yang dimiliki Indonesia.

From Zero to Hero
Pendapatan PSD yang mencapai ratusan juta rupiah saat ini tidak diraih begitu saja oleh Peter. Peter benar-benar berjuang untuk mendapatkannya dengan melalui berbagai masa sulit.


Sewaktu kecil perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Kehidupan ekonomi keluarganya yang sangat pas-pasan membuat keluarganya harus sampai berhutang untuk membeli makanan.





Kondisi tersebut kemudian tidak juga membaik, sehingga suatu waktu keluarga Peter bahkan tidak mampu membeli beras dan harus bergantung pada belas kasihan kerabat-kerabatnya.


”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung” papar Peter.

Walaupun begitu, semua kesulitan yang dihadapinya disaat dia beranjak dewasa tidak membuatnya patah semangat. Sewaktu SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian bekas di kawasan Cibadak. Disana Peter bisa mendapatkan produk bermerek dengan harga yang murah, sekalipun itu hanya pakaian bekas.

Semasa duduk di bangku SMA Negeri 1 Cicalengka Kabupaten Bandung, hasrat Peter terhadap pakaian bermutu tumbuh. Ketika itu juga Peter mulai belajar dari cara memotong bahan, menjahit, mendesain, bahkan hingga menyablon. Peter berprinsip siapa pun yang mengetahui cara membuat pakaian maka orang itu bisa dijadikan guru baginya.

“Saya sudah keluar rumah pisah dari orang tua sejak usia 19 tahun, terus (sejak itu) saya kost dan mulai bayar sendiri semuanya”

Lulus SMA di tahun 2003 itu Peter mulai mendapatkan penghasilan sendiri dengan bekerja sebagai pegawai distro. Disana Peter berkenalan dengan berbagai konsumen yang kebanyakan berasal dari kalangan berduit. Satu hal yang diperhatikan oleh Peter dari teman-temanya adalah mereka selalu menggunakan busana bermerk.

”Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke klab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana?” tuturnya.

Teman-temannya itu sering tampak bangga, bahkan bisa dibilang sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka pakai. Tapi kelakuan tersebut tidak membuat Peter kecil hati, justru hal tersebut melahirkan ide bagi Peter di kemudian hari.

”Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau (nanti) konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.

Semasa menjadi pegawai tersebut Peter juga mulai mengumpulkan modal untuk usahanya kelak. Dia mulai menyisihkan gajinya untuk tabungan dan juga mulai menerima order yang dikerjakannya sendiri. Dalam sebulan rata-rata Peter bisa mendapatkan order membuat 100 potong t-shirt, jaket atau sweter.

”Gaji saya (sebagai pegawai) hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta…” kenang Peter dengan bangga.

Sebenarnya selepas SMA Peter sempat mencicipi duduk di bangku kuliah, tapi kemudian dia memutuskan untuk keluar. Biaya perguruan tinggi dirasanya terlalu berat, apalagi dia harus menghidupi dirinya sendiri.

 
“Saya cuma kuliah 2 bulan awal. Saya pikir, sarjana juga untuk apa, buat status kawin. Sebenarnya saya terdesak juga, harus cari duit untuk makan. Saya memang dari awal coba (untuk) mandiri... Mungkin kalau anak muda lain masih ada yang mikir (bagaimana caranya) lulus kuliah, (dan) biasanya enggak mau berusaha sendiri, tapi pinginnya kerja di orang”

Sekalipun tidak menyelesaikan kuliahnya kini Peter sering diundang untuk mengisi seminar-seminar di kampus. Peter memiliki keinginan untuk bisa mendorong orang terutama anak-anak muda agar semangat membuka usahanya sendiri.

”Mau (itu) anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini,” tegasnya.

Luar biasanya lagi sejak tahun 2007 Peter sudah membiayai pendidikan ketiga adiknya. Bahkan seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad kedua adiknya yang lain juga harus bisa lulus menjadi sarjana. Untuk orang tuanya, Peter sudah bisa membelikan mobil dan merenovasi rumah mereka. Ada satu lagi keinginan Peter yang lain, yaitu mengongkosi orang tuanya naik haji.

”Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,” katanya.

Kolaborasi Demi Kolaborasi


Selain fokus menggarap jeans, PSD juga meluncurkan produk lain seperti t-shirt, jaket, topi, dan lain-lain. Setiap dua bulan sekali PSD melakukan penyegaran dengan meluncurkan produk-produk baru. Semua detil rancangan produknya diganti dan diperbaharui. Hal ini dilakukan Peter agar produk keluaran PSD tidak monoton dan mencegah beredarnya barang bajakan.

Agar produk-produk tersebut dapat diterima di pasar mancanegara, PSD memiliki strategi untuk melakukan banyak kolaborasi dengan brand-brand besar.

“Kita sekarang ini melakukan kolaborasi dengan sebuah perusahaan drum terkenal bernama 'Truth'. Selain itu juga dengan 'Love For Glory', sebuah movement organisasi skateboard. Terus sama (perusahaan) clothing US 'I Got', juga sama 'To Die For', perusahaan tattoo clothing” sebut Peter.




Dengan merancang sebuah produk bersama tersebut, Peter menjelaskan bahwa hal itu merupakan cara terbaik supaya mereknya bisa terkenal. Tapi hal itu tidak di dapatnya dengan mudah, brand-brand yang sudah ternama itu tidak asal mau melakukan kolaborasi. Mereka setuju memilih PSD karena sebelumnya mereka sudah mengenal brand, mengetahui kualitas dan juga potensi yang dimiliki oleh PSD.

“Belakangan ini malah banyak perusahaan luar yang menawarkan kerja sama (kolaborasi) sama kita. Tapi kalau memang (brand luar itu) gak dikenal, buat apa?” tukas Peter.

Walaupun begitu, yang dilakukan Peter dalam kolaborasi tersebut bukan sekedar numpang beken saja. Peter juga belajar dari mereka, menganalisa mengapa merek-merek itu bisa terkenal, berteman dan bahkan kalau bisa bertanya langsung pada orangnya.

“Setiap malam gua ngobrol sama mereka, chatting, nanya disana yang lagi rame (ngetrend) apa. Gua nanya lu kenal sama si ini gak, kenalin dong, gitu” contoh Peter, “Gua juga terus mengikuti perkembangan, mengikuti up date”

“Anak band itu pergaulannya luas” lanjutnya, “Si ini kenal sama si ini, terus si itu kenal lagi sama yang lain. Terus berlanjut, dan karena hubungan baik, darisanalah semua (seperti) 'menjamur' ”




Hebatnya, meski sering melakukan kontak dengan teman-temannya di luar negeri, Peter mengaku dia tidak terlalu pandai berbahasa Inggris. Bahkan untuk negosiasi langsung dan melakukan sebuah keputusan dengan perusahaan asing, Peter lebih percaya untuk mengutus anak buahnya yang memang orang asing. Sementara untuk komunikasi di internet melalui chatting, Peter mengatakan kalau dia masih cukup PD (percaya diri) karena masih ada jeda waktu untuknya berpikir dalam menggunakan bahasa Inggris sebelum membalas omongan orang lain.

Dari pergaulannya itulah ide-ide Peter bermunculan, dan darisana juga brand PSD semakin dikenal banyak orang. Menurut Peter apa yang membuat seseorang membeli sebuah merek jeans adalah bukan karena orang itu mengetahui kualitasnya, tapi orang itu mau mengeluarkan banyak uang karena merek itu terkenal. Dan itulah yang terus digalakan oleh Peter. 
Kebanggan Indonesia

Dengan melakukan banyak promosi di luar negeri, menurut Peter, pasar dalam negeri juga secara langsung ikut tergarap. Karena semakin merek PSD terkenal di pasar mancanegara, maka merek PSD pun semakin dicari oleh orang Indonesia.

“Fesyen itu selalu latah. Selalu saja harus ada yang jadi contoh pertama” komentar Peter.

Sementara itu mengenai produk lokal lainnya yang bisa bersaing di kancah internasional, Peter berpendapat itu mungkin sekali, asal para produsen itu harus bisa profesional dan bisa memenuhi standar internasional. Selain itu birokrasi di dalam negeri juga harus dipermudah, karena menurutnya hal itu sangat menghambat kreatifitas.

“Yang penting PD (percaya diri) kita. Mental kita. Produk kita bisa kok diterima dan dihargai sama orang luar. Setiap orang punya relasi, punya jalannya sendiri. Yang penting kita bisa dipercaya dan orang senang sama kita. Itu yang penting, kepercayaan” ungkapnya.

Peter beranggapan saat ini PSD masih baru 30%, masih banyak hal yang ingin dilakukannya. Dia ingin PSD menjadi merek jeans kebanggan masyarakat Indonesia, karena menurutnya hingga kini belum ada merek jeans lokal yang bisa seperti itu. Selain itu dia juga ingin produknya bisa mewakili brand Indonesia di mancanegara. []





BIOADATA
MEREK : PETER SAYS DENIM
PEMILIK : Peter Firmansyah
TTL : Sumedang, Jawa Barat, 4 Februari 1984
NAMA PERUSAHAAN : CV. PETER GRUP
KANTOR : Jl.Cibeunying Hegar III No.9, Bandung 40191
TELP : (022) 2501364
WEBSITE : www.petersaysdenim.com
ONLINE STORE : http://www.loserkids.co.id
OFFLINE STORE :
Luar Negeri
  • CIVILIAN PRINTING AND APPAREL, 1 Queen st N, Kitchener, Ontario, N2H 2G7, 519.568.8942
  • THE TATTOO SHOPPE, 95 Manitoba St, Bracebridge, Ontario, P1L 2B3, 705.706-3361
  • THE CODE OF CONDUCT, 14 East 11th Street Chicago, Illinois, 60605 USA, Phone : 1(513) 460-6334 /1 (312) 929-2073
  • KILL THE MUSIC, Level 1, 161-163 Elizabeth ST, Brisbane, Queensland, AUSTRALIA 4000, PH (07) 30127751, web : www.killthemusicstore.com
  • 27 HEAVEN MALAYSIA, Level 1 Cineleisure Damansara, Petaling jaya
Dalam Negeri
  • BUZZARD ROCK INDUSTRIES, Jl.Kemang Pratama Raya Blok MM 21B, Bekasi, Jawa Barat., Phone : +622182425856
  • MACBETH CONCEPT STORE MEDAN, Sun Plaza Medan, Ground Floor, Zainul Arifin No. 9 – 10 Medan 20152, Phone : +62614501267
  • STIGMATA BANDUNG, Ciwalk – Cihampelas, Bandung
  • GLAMROCK SURABAYA, Jl. Wijaya Kusuma No.17, Surabaya, Ph. 031-5346617
  • LOCO SHOP MALANG, Dydod Building, Jl.Semeru No.31 Kauman, Malang
  • CHORUS ROCK COMPANY, Komp TASBI blok QQ no : 14, Medan email : chorusrc@yahoo.com / endikk89@yahoo.com, Phone : +62 813 702 10 111
  • ROSE SPINE, (1) Jl.Tukad Musi 88f, (2) Jl.Teuku Umar 106b Denpasar, web : www.rosespine-clothing.com, email : rose_spaine@yahoo.com
  • VICIOUS BLOODS, Jl. Toddopuli 5 No. 21 Makassar, 0411 – 441 771, 0856 966 40456
ARTIST ENDORSMENT :
Nasional
• Ale "Jeruji" Andre
• Superman Is Dead
• Saint Loco
• Rocket Rockers
• Jolly Jumper
• Thirteen
• Killed By Butterfly
• Cemetery Dance Club
• Pee Wee Gaskins
• No Talent
• Hellbobs
• Dead Squad

Internasional
• Silverstein
• August Burns Red
• The Almost
• Sky Eats Airplane
• Kingdoms
• Before Their Eyes
• I Am Commiting A Sin
• We Shot The Moon
• Every Avenue
• Everytime I Die
• Hope Atlantic
• Counterparts
• Texas In July
• Illuminate The Sky
• Dead And Divine
• Mark Luciani
• The Dream The Chase
• Jeremy Saffer
• Miss May I
• Sleeping With Sirens
• Jonathan Pignataro
• Of Mice & Men
• Bless The Fall
• Confide
• Asking Alexandria 



Dendy Darman - UNKL347

Dendy Darman - UNKL347





“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin rasanya manusia dilempar ke bumi tanpa dibekali hasrat atau kemampuan apapun.” (Dendy Darman) 


Kesenangan Berbuah Keuntungan

Untuk Dendy Darman, ia menyadari betul akan kemampuan  serta hasratnya yang tinggi dalam bidang seni khususnya seni grafis. Dari situ, ia lalu mengembangkannya lebih jauh lagi hingga apa yang menjadi kesenangannya pada akhirnya dapat menjadi sumber penghasilan untuk dirinya dan pada prosesnya juga menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang.

Dendy Darman ialah satu dari empat orang pemilik UNKL347, sebuah perusahaan apparel yang dikenal sebagai pelopor dari perkembangan industri distribution outlet (distro) yang menjamur di banyak kota di Indonesia dalam 10 tahun terakhir.



Dendy lahir dan besar di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di kota tersebut, ia menghabiskan masa remajanya hingga duduk di bangku SMA. Karena gairahnya yang besar terhadap kesenian, ia lalu bertekad untuk melanjutkan pendidikan seni yang membuatnya hijrah ke kota Bandung karena di kota Makasar pada jaman itu tidak ada universitas yang membuka jalur untuk pendidikan seni.

Di Bandung, Dendy diterima di fakultas Seni Rupa ITB. Ia mengambil jurusan seni grafis. Di situ, kesenangannya terhadap dunia seni khususnya seni grafis mendapat rumahnya.

Salah satu mata kuliah yang diberikan pada jurusan seni grafis adalah teknik screen printing atau yang dikenal di Indonesia dengan istilah sablon. Dendy merasa amat senang mendapatkan pelajaran screen printing tersebut. Dari situ, ia mulai membuat karya grafis dengan menggunakan teknik sablon yang kebanyakan diaplikasikan ke dalam bentuk t-shirt yang ia kenakan sendiri ataupun t-shirt untuk merchandise band milik teman-temannya.

Lingkungan pertemanan Dendy semasa kuliah memang dekat dengan komunitas musik. Komunitas musik Bandung di pertengahan 90-an, memang tengah bergejolak. Banyak band-band bermunculan dengan semangat kemandirian yang tinggi. Semangat inilah yang menjadi pergerakan tersendiri atau yang populer dengan istilah independent.

Dendy yang memang pecinta musik merasa senang dapat membantu teman-temannya yang memiliki band. Bantuan yang diberikan Dendy adalah apa yang ia kuasai, yakni desain. Selain mendesain baju dari band teman-temannya, ia juga banyak mendesain sampul album dari band-band tersebut.
Kegiatan berkesenian dari seorang Dendy Darman secara perlahan mulai terbentuk ketika ia indekos di sebuah rumah di jalan Dago bernomer 347. Di rumah ini lah, berbagai band independent dan juga komunitas pecinta dunia desain sering berkumpul. “Di Dago 347, kegiatannya berpusat pada desain dan musik. Seru sekali suasana rumah kala itu. Kayak tempat nongkrong namun ada kamar yang bisa ditiduri, “ gurau Dendy ketika mengenang tempat kosnya dulu yang menjadi awal dari bisnis yang dijalankannya hingga kini.

Pada kelanjutannya, rumah di jalan Dago nomer 347 itu menjadi saksi bisu dari awal mula perjalanan panjang UNKL347. Di rumah tersebut, Dendy dengan beberapa orang temannya sepakat untuk membuat bisnis baju kecil-kecilan. Bisnis yang berangkat dari kegemaran Dendy membuat grafis dengan teknik sablon. Di awal perjalanannya, UNKL347 yang dulu hanya bernama 347 mulai memproduksi pakaian yang penjualannya masih hand to hand.  “Dulu yang beli yah teman-teman aja. Promosi juga dari mulut ke mulut,” tukas Dendy.

Promosi mulut ke mulut ini semakin meluas dengan banyaknya band yang sering berkumpul di rumah Dago 347 turut mengenakan pakaian yang diproduksi oleh Dendy dan teman-temannya.  Band-band independent seperti Cherry Bombshell, Pure Satudary dulu kerap mengenakan pakaian produksi 347 di setiap penampilan panggung mereka. Seiring band-band tersebut memiliki penggemar yang lebih banyak, nama 347 pun turut terkena imbasnya. Seiring waktu, 347 mendapat tempat khusus di hati banyak anak muda khususnya dalam komunitas musik independent Bandung di kala itu.


Pada prosesnya UNKL347 tidak hanya berkutat dengan komunitas musik saja, namun juga pada beberapa komunitas lain seperti komunitas surfing maupun skateboard yang juga merupakan kegemaran dari Dendy dan para pemilik UNKL347.


Namun bermanfaat bagi orang lain, di satu sisi juga menjadi beban tersendiri bagi Dendy. Sekarang ini, UNKL347 telah memiliki ratusan pegawai yang menggantungkan hidupnya pada bisnis yang awalnya hanya untuk kesenangan pribadi saja. Yang menjadi prioritas Dendy sekarang ini adalah berusaha untuk mempertahankan agar semua yang ia jalani ini ‘aman’ untuk orang-orang yang berada di dalam tubuh UNKL347.  “Saya tidak bisa berhenti. Saya terus berusaha agar bisnis ini tetap jalan. Tidak bisa asal-asalan lagi,” tukas Dendy.
Bukan hal yang mudah di jaman itu untuk sebuah produk lokal mendapat pengakuan dari banyak orang.  “Keadaan dulu kan sangat berbeda dengan keadaan sekarang. Dulu orang masih menyukai produk pakaian buatan luar negeri. Dulu sangat susah meyakinkan orang bahwa produk lokal pun bisa sama bagusnya dengan produk luar,” tukas Dendy.







 

Membuka Peluang Bagi Banyak Orang


Sejarah pun berbicara, dengan kesuksesan yang diraih UNKL347, semakin banyak orang yang ingin terjun di industri yang sama yang secara otomatis menambah jejeran pesaing bagi UNKL347. Namun Dendy pribadi tidak mempersoalkan hal itu.  “Ketika sebuah pasar sudah terbentuk, pasti akan banyak orang yang melihatnya dari sudut pandang bisnis dan mencari peluang dari situ. Realitanya memang seperti itu. Wajar saja. Sementara ada juga yang melihat pasar yang sudah terbentuk ini sebagai medium untuk aktualisasi diri dimana mereka akan mengembangkan lebih lanjut lagi dari apa yang sudah ada. Kedua hal itu harus saling mengimbangi agar pasar berkembang dengan sehat dan menarik,” jelas Dendy.

Apapun itu tujuannya, maraknya pemain-pemain baru dalam industri distro yang berkembang pesat sekarang ini sangat disyukuri oleh Dendy.  “Alhamdulilah kalau ternyata pasar yang kami buat ternyata bisa juga menjadi peluang bagi orang lain. Dulu kami hanya sekedar menjual produk ke orang lain, namun sekarang misalnya kami tidak menjual produk apapun, namun orang lain bisa menjual produknya ke orang lain lagi. Jadi apa yang dikerjakan UNKL347 selama ini tidak hanya mencari keuntungan semata, namun alhamdulilah juga bisa membuat peluang bagi banyak orang di luar sana,” ungkapnya.


Untuk meyakinkan agar semua hal berjalan dengan semestinya, Dendy dan tiga pemilik UNKL347 lainnya, yakni Arifin Windarman, Anli Rizandi dan Lucky Widiantara harus terus terjun langsung ke dalam manajemen. Mereka sebagai Board of Director tidak mau untuk lepas tangan begitu saja dan hanya menikmati keuntungan yang ada. “Saya menyadari UNKL347 ini bukanlah bisnis yang bisa running dengan sistem. Saya tidak bisa santai-santai saja. Ibaratnya kami berempat harus seperti para pemilik toko kelontong keturunan Tionghoa yang hingga umur senja tetap terjun langsung melayani pembeli,” katanya.

Satu Pemikiran Dengan Pasar

UNKL347 memang telah menciptakan sebuah pasar baru. Sebuah pasar dimana produk pakaian lokal ternyata memiliki konsumen tersendiri. Walaupun konsumen yang tercipta masih terhitung kecil jumlahnya namun terhitung sangat loyal.

Mengenai pasar yang ia ciptakan ini, Dendy menjelaskannya lebih lanjut, “Pasar ini ikatan emosionalnya tinggi. Tidak sekedar membeli pakaian. Kita sebagai produsen seperti harus ‘kawin’ dengan pasar. Pasar harus merasa satu pikiran dengan apa yang kami buat. Dari pemikiran yang sama itulah, pasar bisa loyal.”
Satu pemikiran antara produsen dan konsumen dapat terbentuk ketika apa yang menjadi ketertarikan keduanya bisa dikatakan sama. Mulai dari musik, film, buku, majalah atau apapun yang menjadi ketertarikan Dendy dan kawan-kawan di UNKL347 ternyata juga dimiliki oleh para konsumen mereka.

Sementara banyak wirausahawan mengejar target pasar tertentu, UNKL347 tidak perlu berusaha keras. Karena pada dasarnya, target pasar mereka adalah diri mereka sendiri.  Tidak ada yang lebih menyenangkan ketika apa yang menjadi ketertarikan serta buah pikiran kita yang diterjemahkan menjadi produk mendapat sambutan positif dari pasar yang kebetulan satu pemikiran atau memiliki ketertarikan yang sama dengan kita.
Bagi Dendy dan teman-temannya para pemilik UNKL347, apa yang mereka lakukan adalah apa yang benar-benar mereka ketahui dan kuasai dari awal. Tidak usah berpikir muluk untuk menguasai bidang-bidang lain yang walaupun bidang tersebut dirasa akan dapat menguntungkan dari segi materil namun sebenarnya tidak kita minati.

“Yang terpenting adalah represent diri sendiri. Apa yang kamu buat adalah cerminan diri kamu sejujurnya. Buatlah sesuatu dari apa yang paling kamu ketahui, ” pesan Dendy menutup perbincangan.[]
Minggu, 27 Mei 2012
no image

U&KL from @UNKL_347 goes to @TheGoodsDept








Kecintaan dan gairah terhadap karya seni dalam berbagai bentuk dan jenis membuat mereka melakukan semua ini. Di dorong oleh hasrat untuk terus berkarya dan bermain, sekitar 7 tahun silam UNKL347 telah membuat karya-karya furniture dan interior disamping produk – produk apparel mereka. Seiring berjalannya waktu, pengembangan varian dan kualitas produksi barang – barang interior ini pun menjadi semakin baik. Kini kami telah siap dengan satu divisi baru yang mengkhususkan diri pada produk home furnishing dan interior yaitu U&KL / “Us and Kind of Life”. Idenya adalah untuk membuat berbagai produk home furnishing yang dirancang dengan baik, fungsional serta terjangkau segala sesuatu mulai dari dalam dapur, ruang tamu, garasi, kamar tidur dan rak buku anda.
Dan untuk semakin mendekatkan diri dengan konsumennya, sejak bulan April 2012 produk – produk interior dari U&KL sudah tersedia dan bisa didapatkan di The Goods Dept. (Plaza Indonesia, Jakarta). Salah satu retail terbaik di Indonesia yang menjual produk – produk terpilih, dan produk – produk  U&KL / “Us and Kind of Life” tidak tersedia di Bandung. So, UNKL347 proud to present U&KL / Us and Kind of Life” here at The Goods Dept.
For more info :
UNKL347 : procomm@unkl347.com
Flagshipstore UNKL374 Jl. Trunojoyo no. 4 Bandung
Ph. +62224200515
www.facebook.com/pages/unkl347
www.unkl347instant.com
Text & photos by Nuri Moeladi
Sablon Manual

Sablon Manual

Teman-teman dalam kesempatan ini saya ingin sedikit cerita seputar sablon  kaos khusus manual. Saya tidak akan membahas tentang sablon kaos Digital karena saya tidak paham. Gambar disamping adalah contoh kaos dengan sablon kaos manual yang tergolng sederhana atau biasa disebut blok-blokan. Dalam sablon kaos manual ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil bisa maksimal. Pertama tentu saja desain, dalam mendesain seorang desainer yang baik menurut saya adalah desainer yang tahu atau mau belajar soal tekhnik sablon kaos manual. Hal ini penting karena jika desainer tidak memahami proses sablon manual sering melakukan beberapa kesalahan yang bisa berakibat hasil penyablonan tidak baik dan proses terhambat. Contoh, membuat line yang terlalu kecil, membuat efek-efek tertentu yang tidak terjangkau oleh proses sablon manual, dll. Intinya akan lebih baik dan lancar sebuah proses sablon kaos manual jika desainernya sedikit banyak memahami proses sablon.
 
Beberapa variasi sablon yang bisa dibuat pada sablon kaos manual sejauh yang saya tahu adalah sebagai berikut :
Rubber
: Adalah jenis sablon kaos yang paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon di atas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.
Pigment : Ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.
Plastisol : Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit.
Sablon Superwhite
: Mirip dengan sablon pigment, tetapi superwhite sedikit lebih tebal digunakan untuk bahan kaos terang.
Glow in the dark : Cat dengan bahan Fosfor, yg menyala saat kaos berada di tempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.
Reflektif : Cat dengan bahan Fluor yang akan menyala jika sablon kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya.
Discharge :Cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
Flocking beludru : Cat sablon timbul yang dilapisi beludru.
Foam atau Cat timbul :Di dunia garment international biasa disebut dengan puff print. Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.
Sablon Foil : Jenis sablon yang menggunakan kertas berbahan logam (seperti pada undangan nikah). Biasanya warna silver atau gold.
Sablon Glitter : Sablon dengan menggunakan tinta yang di campur serbuk berwarna metalik. Tersedia dalam banyak pilihan warna.
Metalic ink : Seperti gambar nomer dua, biasa dibuat efek emas dan perak.
Lebih jauh tentang hal ini akan kita bahas dalam tekhnik sablon, jadi mohon sabar dulu ya, team kami sedang mengumpulkan informasi dari para ahli sablon.
Dari proses pengerjaanya bisa dikelompokan jadi dua jenis pengerjaan. Proses sablon kaos manual dari bahan kaos potongan dan dari kaos jadi. Proses pengerjaan ini perlu perlakuan khusus ditiap bagiannya sehingga tidak bisa disama ratakan diantara keduanya. Silahkan perhatikan kaos disamping. Desain kaos seperti ini jika dikerjakan dengan proses sablon manual dengan bahan kaos jadi akan sangat riskan, kenapa? karena ketegak lurusan pada tulisan HERNIC akan sulit dijaga. Namun demikian bagi yang sudah ahli dibidang pengerjaan kaos jadi dan didukung oleh peralatan yang memadai tentu saja mengerjakan desainkaos seperti ini tidak masalah. Hal lain yang harus diperhatikan saat menyablon kaos jadi adalah bahwa sablon kaos manual dengan kaos jadi mempunyai area kerja yang sangat terbatas, tidak bisa seleluasa menyablon dengan bahan poyongan. Untuk itulah maka rata-rata vendor kaos memilih mengerjakan dengan model kaos potongan. Jika anda punya pertanyaan seputar sablon kaos jangan sungkan-sungkan untuk sms atau chat dengan saya. Jika saya bisa akan saya jawab, jika saya tidak bisa akan saya coba tanyakan ke senior saya, jika masih belum bisa lagi akan saya tanyakan ke suplier tinta saya.
no image

Sablon Digital vs Sablon Manual

Ada muncul pertanyaan dari pembaca setia website saya ini tentang sablon kaos "apa perbedaan antara sablon digital dan sablon manual? dan diantara keduanya lebih bagus yang mana?" jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya sebagai pribadi saya tentu akan menjawab lebih bagus sablon manual, tetapi akan lain ceritanya jika anda bertanya pada pelaku usaha sablon digital kemungkinan besar mereka akan menjawab lebih bagus sablon digital. Nah, untuk mencoba memberikan jawaban yang pas untuk atau minimal mendekati kenyataan dilapangan tentang pertanyaan ini saya mencoba menghubungi seorang teman yang kebetulan beliau berprofesi sebagai event organizer di Yogyakarta dan paling banyak order kaos dengan kedua jenis pengertian sablonan ini.
 
Dari hasil diskusi dengan beliau pertama kali muncul pendapat yang unik tentang istilah sablon digital dan sablon manual, demikian pendapat beliau "Saya pribadi tidak sependapat dengan istilah sablon digital karena sablon adalah proses cetak saring dengan menggunakan media screen sedangkan dalam digital itu lebih tepat disebut sebagai proses cetak kaos digital". Dari sini kami merubah istilah menjadi sablon manual dan cetak kaos digital untuk kemudian kita diskusi lagi. Dari kesimpulan yang bisa saya tangkap baik itu cetak kaos digtal, sablon manual atau kombinasi keduanya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Namun yang paling utama bisa diperbandingkan secara langsung adalah masalah keawetan dan kecepatan.
 
Cetak kaos digital jelas lebih cepat dibandingkan dengan sablon kaos manual, ini berarti dari sisi kecepatan cetak sablon digital bisa dibilang lebih unggul, diluar jenis cetak kaos sublimation, cetak kaos digital sering dinilai kurang tahan lama jika dibandingkan dengan sablon kaos manual naa, disini sablon manual punya poin lebih dibandingkan dengan cetak digital. Cetak kaos digital lebih mudah dipelajari dan lebih cepat dalam proses persiapan usahanya, dalam hal ini saya juga sependapat. Kemudian minat terhadap jenis kaos masih lebih besar pada sablon manual daripada cetak kaos digital, ini saya juga sependapat. 
 
Dari beberapa hal yang saya sebutkan diatas bisa kita simpulkan bahwa masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing juga punya pasar sendiri-sendiri, cetak kaos digital lebih condong kepada sesuatu yang butuh cepat, jumlah kecil bahkan satuan dan detail desain yang harus sepenuhnya dipegang, sedangkan sablon manual lebih condong pada masalah ketahanan dan frekuensi penggunaan. Tapi ada yang menarik pada cetak kaos digital atau sablon digital yaitu pada proses tinta sublimation, saya pribadi sangat suka dengan proses sablon kaos digital yang satu ini karena mudah, cepat, detail dan awet, tetapi sayangnya hanya bisa dipergunakan untuk kain jenis polyester saja.
Mengenal Peralatan dan Perlengkapan Sablon

Mengenal Peralatan dan Perlengkapan Sablon

Sebelum kita tau tentang teknis proses menyablon, lebih dahulu kita harus mengenal beberapa peralatan dan perlengkapan yang penting dalam sablon. Peralatan inti yang kita butuhin beserta penjelasannya :

1. Film sablon. Ni bisa dikatakan model gambar/desain/tulisan yang bakal kita tuangkan dalam obyek sablon (kaos, kertas, plastik, karton, dsb). Film ini dibikin melalui desain komputer yang diprint pake printer laser (printer apa juga bisa asalkan hasilnya cukup tebal). Desain sablon kebanyakan dibuat memakai Corel ataupun Adobe untuk mengetahui teknik-teknik untuk design sablon sekarang udah banyak di jual buku-buku mengenai teknik tersebut.

2. Screen. Merupakan media yang dipake untuk mengantarkan tinta sablon ke obyek sablon. Bentuknya balok yang disusun persegi empat kemudian dipasang kain khusus. Ukurannya dan ketebalanya bermacam-macam tergantung dari kebutuhan.
Contoh Gambar : Screen  Sablon

 3. Rakel. Ni temennya Screen, gunanya untuk mengkuaskan tinta sablon yang ada di Screen supaya tercipta gambar di obyek sablon. Bahannya dari karet yang diberi pegangan kayu memanjang.



4. Tinta sablon. Bermacam-macam jenis dan nama tinta bergantung dari sablonan apa yang mo kita bikin. Intinya tinta sablon terdiri dari 2 macam yaitu waterbase dan plastisol (keduanya terdiri dari berbagai jenis juga)

5. Cairan-cairan pencampur. Ni gunanya wat mencampurkan tinta agar sesuai dengan tingkat kekentalan dan warnanya. Bisa cairan M3, M3 Super, tinner, minyak tanah, dan sebagainya.

6. Meja sablon. Tentunya kalo kita mo nyablon perlu meja sablon buat ngletakin obyek sablonannya. Meja sablon ni terbuat dari rangka besi ato kayu. Di bagian atas adalah kaca transparan, dan dibawahnya diletakkan lampu neon agar bisa terlihat jelas saat menyablon.

7. Hair dryer. Jangan kira alat ini cuman dipake di salon aja. Ni berguna untuk mengeringkan sablonan, apalagi pada saat musim hujan yang jarang ada sinar matahari terik.

 9. Tempat penjemuran. Ini bisa berupa kayu panjang berukuran 1,5 meter untuk tempat menjemur kaos yang sudah disablon agar cepat kering. Jumlahnya tergantung banyaknya kaos yang disablon. Peran sinar matahari terik sangat dibutuhkan agar proses pengeringan lebih cepat.

10. Beberapa peralatan pendukung. Seringnya kita lebih banyak membutuhkan beberapa peralatan pendkung agar menyablon lebih mudah dan cepat. Banyak perlatan yng kadang tak terpikirkan malah bisa mmebantuk proses menyablon ini.
Kamis, 01 Maret 2012
Copyright © 2013 Distro Cirebon All Right Reserved